23 November 2014
HEADLINES
BERITA BANK INA

Penandatanganan Kerjasama Pembayaran Pembayaran Tagihan Listrik dan Tagihan Lainnya Secara Terpusat (P2APST)

19 November 2014  

Pada hari Senin, 3 November 2014 PT Bank Ina Perdana Tbk telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penerimaan Pembayaran Tagihan Listrik dan Tagihan Lainnya Secara Terpusat (P2APST). Penandatangan dilakukan oleh Bpk. Edy Kuntardjo selaku Direktur Utama PT Bank Ina Perdana Tbk dan Bpk. Setio Anggoro Dewo selaku Direktur Keuangan PT PLN (Persero) di Ruang Auditorium Gedung Utama Lantai 3, PT PLN (Persero) Kantor Pusat, Jalan Trunojoyo Blok M I/135, Jakarta Selatan. Penandatangan kerjasama tersebut juga dilakukan pada saat yang sama oleh PLN dengan 56 bank yang terdiri dari Bank Pemerintah, Bank Pembangunan Daerah, Bank asing, dan Bank Swasta lainnya.

Selanjutnya >>  

Pemberian dana beasiswa kepada Mahasiswa/i melalui “Clement Suleeman Scholarship Fund”

16 October 2014  

Sebagai bentuk kepedulian dalam dunia pendidikan Nasional, maka pada tanggal 9 Oktober 2014 PT Bank Ina Perdana Tbk bersama Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) sepakat melanjutkan kerjasama dalam bentuk pemberian dana beasiswa kepada mahasiswa Ukrida melalui “Clement Suleeman Scholarship Fund”

Selanjutnya >>  

CUSTOMER DAY

10 September 2014  

Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap tanggal 4 September, Pada kali ini PT Bank Ina Perdana Tbk ikut berpartisipasi dan tidak melewatkan kesempatan tersebut.

Selanjutnya >>  

CCY
JUAL
BELI



 

 

Anda Pengunjung ke

Contact US
Informasi Saham
Education


Suku Bunga Dasar Kredit Rupiah (Prime Lending Rate) - Bank Ina Perdana
31 Oktober 2014
(efektif % per tahun)
Suku Bunga Dasar Kredit Rupiah (Prime Lending Rate)
Berdasarkan Segmen Kredit
Kredit
Korporasi
Kredit
Ritel
Kredit
Mikro
Kredit Konsumsi
KPR Non KPR
Suku Bunga Dasar Kredit
(SBDK)
13,76 13,76 15,76 13,76 15,26

Keterangan :

  1. Suku Bungan Dasar Kredit (SBDK) digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh Bank kepada nasabah. SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi resiko yang besarnya tergantung dari penilaian Bank terhadap resiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. Dengan demikian, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.
  2. Dalam kredit konsumsi non KPR tidak termasuk penyaluran dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa aguna (KTA).