Bank INA

INA Call 021-34831766

                                         STRATEGI ANTI FRAUD

                                      4 (empat) pilar pengendalian Fraud

 STRATEGI ANTI FRAUD

 

 Pencegahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 Pilar 1

 

 Deteksi

 

 

 

 

 

 

 

 

Pilar 2

 

Investigasi, Pelaporan, dan Sanksi

 

 

 

 

 

 

 

 Pilar 3

 

Pemantauan, Evaluasi, dan Tindak Lanjut

 

 

 

 

 

 

 

Pilar 4

 

Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud PT. Bank Ina Perdana

Strategi anti Fraud merupakan wujud komitmen manajemen Bank dalam mengendalikan Fraud yang diterapkan dalam bentuk sistem pengendalianFraud. Strategi ini menuntut manajemen untuk mengerahkan sumber daya agar sistem pengendalian Fraud dapat diimplementasikan secara efektif dan berkesinambungan.

Pedoman penerapan strategi anti Fraud mengarahkan Bank dalam melakukan pengendalian Fraud melalui upaya-upaya yang tidak hanya ditujukan untuk pencegahan namun juga untuk mendeteksi dan melakukan investigasi serta memperbaiki sistem sebagai bagian dari strategi yang bersifat integral dalam mengendalikan Fraud.

 

Kebijakan dan Prosedur Strategi Anti Fraud terbit pada tanggal 01 Juni 2012.  Adapun dasar hukum penerapan strategi anti Fraud adalah :

  1.  Surat Edaran Bank Indonesia nomor 13/28/DPNP Tanggal 9 Desember 2011 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud Bagi Bank Umum.
  2. Surat Edaran Bank Indonesia nomor 13/23/DPNP Tanggal 25 Oktober 2011 tentang Perubahan atas SE 5/21/DPNP tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum.
  3. Undang-undang Perbankan nomor 7/1992 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 10/1998

Pengertian dan Cakupan

  1. Fraud adalah tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan Bank dan/atau menggunakan sarana Bank sehingga mengakibatkan Bank, nasabah, atau pihak lain menderita kerugian dan/atau pelakuFraud memperoleh keuntungan keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung.
  2. Strategi Anti Fraud adalah strategi  Bank dalam mengendalikan tindak Fraud yang dirancang dengan mengacu kepada pada proses terjadinya Fraud , karateristik dan jangkauan potensi Fraud yang disusun secara komprehensif.
  3. Tindakan Fraud dikategorikan dalam 4 (empat) besaran aktifitas, namun tidak terbatas   pada :

 

 

 

     Struktur Organisasi Penerapan Anti Fraud

 

Dalam rangka mengembangkan budaya dan kepedulian anti Fraud pada seluruh jenjang organisasi serta sebagai bentuk pernyataan anti terhadap Fraud, maka setiap karyawan yang telah mendapatkan sosialisasi budaya anti Fraud wajib menandatangani Deklarasi Pernyataan Anti Fraud.